DUMAI - Divisi Humas Polri yang dipimpin AKBP Erlan Munaji, S.I.K, M.Si menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka kegiatan Kontra Radikal yang mengangkat tema ‘Terorisme Musuh Kita Bersama’ di Gedung Citra Waspada Polres Dumai, Kamis (06/10/2022).
Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri di Polres Dumai dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai H. Indra Gunawan, S.I.P, M.Si, Ketua DPRD Kota Dumai Suprianto, S.H, Dan Sat Radar 232 Dumai Letkol (Lek) M. Fatahillah Posuma, Dan Den Arh Rudal 004 Dumai Mayor (Arh) Risna Guntar Perdana, S.I.P, Kepala Kejaksaan Negeri Dumai Drs. Agustinus Herimulyanto, S.H, M.H, Ketua Pengadilan Negeri Dumai HM. Buchary Kurniata, S.H, M.H, Kepala Pengadilan Agama Dumai Wachid Baihaki, S.H, M.H, Kepala Badan Kesbangpol Kota Dumai Eko Wardoyo, S.Sos, M.Si serta perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Perwakilan Mahasiswa, Perwakilan Pelajar dan Perwakilan Pondok Pesantren serta turut menghadirkan Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI Pusat Muhammad Makmun Rasyid, S.Ud., M.Ag sebagai narasumber.
Dikatakan AKBP Erlan Munaji, S.I.K, M.Si, program deradikalisasi dan kontra radikal ini sangat penting dilakukan pemerintah untuk menetralkan paham-paham radikal supaya tidak berkembang lagi di Indonesia. Ada banyak cara pendekatan, seperti pendekatan secara hukum, psikologi, agama, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan dan sosial-budaya.
“Melalui kesempatan ini Polri melalui Sub Satgas Banops Humas Ops Kontra Radikal ingin memberikan pandangan bahwa sikap atau faham radikalisme dan terorisme hendaknya tidak dikaitkan pada suatu agama tertentu saja. Karena sikap atau faham demikian bisa terjadi pada semua agama atau golongan,” jelas AKBP Erlan Munaji, S.I.K, M.Si.
Kemudian Muhammad Makmun Rasyid, S.Ud., M.Ag sebagai narasumber memaparkan pengertian Kontra Radikalisasi yaitu aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan sinergisitas dan kewaspadaan bersama dari pengaruh dan ancaman paham radikal-terorisme di era teknologi, dan mencegahnya. Dan sasaran dari strategi kontra radikalisasi adalah masyarakat umum, pelajar, dan tokoh masyarakat dengan tujuan menanamkan nilai ke-Indonesiaan dan nilai kedamaian.
“Upaya pencegahan paham radikal-terorisme ialah membina kemandirian, mempersiapkan narapidana pasca terhukum, Mengajak masyarakat agar dapat menerima kembali eks napiter, dan ikut terlibat menyadarkan kawan-kawannya," paparnya.
- Regional
- Dumai
Gelar FGD di Polres Dumai, Div Humas Polri Bahas Kontra Radikal Lawan Terorisme
Redaksi
Kamis, 06 Oktober 2022 - 15:46:00 WIB
Divisi Humas Polri, AKBP Erlan Munaji, S.I.K, M.Si.
#Dumai
IndexPilihan Redaksi
IndexCatat Sejarah di Jambi, Enam Guru PPPK Resmi Dilantik Menjadi Kepala Sekolah
Dana Desa 2026 Difokuskan untuk BLT, Ketahanan Desa, hingga Koperasi Merah Putih
Sepanjang 2025, BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Api Berhasil Dipadamkan, TGI Utamakan Keamanan Masyarakat dan Pemulihan Operasional
Selasa Pagi, PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Spillway Pukul 10.00 WIB
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Regional
Jaga Mutu Layanan di Seluruh Wilayah, PT Patra Drilling Contractor Sertifikasi Koki dan Baker
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09:07 Wib Regional
Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai Tolak Dugaan Adu Domba oleh PT Agrinas
Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:11:40 Wib Regional
Program Makan Bergizi Gratis di Duri Disorot, Warga Temukan Makanan Tak Layak
Jumat, 30 Januari 2026 - 23:04:58 Wib Regional
Komitmen Keselamatan Tanpa Kompromi, PDC Gelar Training One SIKA untuk Frontliner
Jumat, 30 Januari 2026 - 16:30:58 Wib Regional

